SAP System Landscape
Untuk implementasi SAP, maka harus didukung oleh system landscape server. Pekerjaan ini di kerjakan oleh BASIS Konsultan.
Saran dari SAP, adalah sebaiknya dibuat 3 server, yaitu :
1. Development Server
2. Quality Assurance Server
3. Production Server
1. Development Server adalah server khusus untuk melakukan development program , melakukan konfigurasi system pada masing-masing modul. Dan juga konfigurasi hak akses dari user.
Development Server ini harus disiapkan pada masa project preparation. Antara lain harus sudah ada diruang project, sudah terinstal operating system, terinstall database dan juga antivirus serta Server monitoring. Setelah itu di install SAP Aplikasinya dan harus siap sebelum fungsional konsultan bekerja, paling tidak pada pertengahan phase blue print sudah selesai diuji.

2. QA Server adalah QA khusus untuk melakukan pengujian terhadap hasil konfigurasi yang dilakukan oleh konsultan fungsional, melakukam testing program yang dikerjakan oleh ABAPER.
Agar testing berjalan dengan hasil yang diharapkan, maka Data yang dipakai pada server QA adalah data yang sebenarnya.
QA Server ini harus siap saat phase realisasi mendekati selesai.
3. Berikutnya production server. Sever ini adalah server untuk dipakai pada masa Go-live. Pada Server ini transaksi bisnis dijalankan.
Server ini benar-benar dijaga keberadaan datanya, jangan sampai ada data sampah disini. Jadi kalau mau melakukan testing atas sebuah transaksi atau konfigurasi baru atau program baru jangan menggunakan production server.
Untuk menentukan konfigurasi dan kapasitas server ini harus melalui sizing terhadap data-data yang dimasukkan pada server ini, juga jumlah komputer yang terhubung ke server ini.
Sizing dilakukan oleh konsultan BASIS dibantu oleh konsultan fungsional dengan tools yang disediakan oleh SAP..
Sizing ini untuk mententukan jenis komputer, jumlah processor, memory dan kapasitas Harddisk.
Sizing memang dilakukan pada production server saja, tetapi bukan berarti development server ataupun QA server menggunakan konfigurasi sembarangan, paling tidak separuh kemampuan production server.
Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan adalah fasilitas backup dan restore data juga harus ditentukan, karena harus membackup data dan system secara periodic. Dan jangan lupa membackup development server agar konnfigurasi tidak hilang.
Diluar ketiga server diatas dapat juga disediakan SAND BOX Server. Sand Box server ditujukan untuk belajar user, mulai dari instalasi, coba-coba buat program atau konfigurasi.
Jika anda punya kritik, saran,dan merasa artikel ini bermanfaat untuk anda, tolong beri komentar ya! Ayo kita berdiskusi
http://www.wirosastro.com




wah ini untuk tingkat advance kayaknya, dasarnya aja ga tau nih
sukses terus pak dengan artikel2nya
Reply
Wah terimakasih telah mampir.
Ini bukan tingkat advance, dari mulai belajar.
Tapi ini saya tulis berdasarkan pengalaman dikantor.
Mau saya coba tuangkan sedikit demi sedikit untuk blog ini
Reply
Wah kok sama ya karena kantor saya juga pake SAP untuk administrasinya…
Salam kenal ya mas
Reply
Mas Wiro Reply:
February 18th, 2009 at 9:51 pm
Salam kenal juga, kami mengimplementasikan SD, MM, PP dan FICO
Reply
Projek SAP di kntor dah implementasi brp lama pak? Sdh advance nih ilmunya ya? Salam kenal aj pak
Reply
Mas Wiro Reply:
February 20th, 2009 at 7:45 am
Salam kenal juga pak, sudah cukup lama, advance sih belum, tapi mari belajar bersama. Saya menulis ini sambil belajar, jadi yang saya tulis saya coba praktekkan dulu. Kalau mau ikut sumbang tulisan silahkan. Terimakasih
Reply
Thanks for posting this. Saya suka membaca posting ini dan seperti bagaimana Anda menulis.
Reply
Mas Wiro Reply:
March 4th, 2009 at 8:02 am
Terimakasih telah memberi komentar, saya akan tambah artikel disini berdasarkan pengalaman yang saya alami. ikuti terus artikel disini
Reply
Keep up the great work. I enjoyed it all and agreed with 99% of it!
Reply